16 Oktober 2026

Dinsos KBPP Pemalang Hadirkan Keceriaan bagi Siswa SD Negeri 1 Kebondalem melalui Trauma Healing

0

PEMALANG- Pagi itu, para siswa SD Negeri 1 Kebondalem nampak ceria dan antusias mengikuti kegiatan yang dikemas dengan bernyanyi, permainan, dan berbagai aktivitas edukatif yang interaktif. Kegiatan yang memadukan unsur hiburan dan belajar (edutainment) seperti ini biasanya sangat efektif untuk anak-anak usia sekolah dasar karena dapat meningkatkan motivasi, mencairkan suasana, serta mempererat kebersamaan antar siswa.
Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Pemerintah Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang telah melaksanakan kegiatan trauma healing bagi siswa-siswi SDN 01 Kebondalem, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini merupakan upaya mendukung pemulihan psikososial anak pasca kasus perundungan (bullying) yang berujung pada meninggalnya seorang siswa. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dindikpora, Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Bapas Pekalongan, Pusat pembelajaran Keluarga (Puspaga Samawa), Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Kecamata Pemalang , serta Forum Anak.
Kepala Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang melalui Penelaah Teknis Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dede Nadiyanah, S.I.P., menyampaikan bahwa trauma healing menjadi langkah penting untuk memulihkan kondisi psikologis siswa yang pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.
“Kami ikut langsung bermain dan bercerita bersama anak-anak. Tujuannya agar mereka merasa aman, nyaman, dan berani menceritakan apa yang mereka rasakan,” ujarnya yang akrab disapa Nadia.
Sementara Konselor Layanan Puspaga Samawa DinsosKBPP, Anugrah Fitria Berliannanda, S.Tr.Sos., menjelaskan, rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif dan sesi menulis surat untuk diri sendiri di masa depan. Siswa-siswi tampak aktif dan ceria mengikuti kegiatan yang dirancang untuk membangun interaksi positif, menumbuhkan harapan, serta menciptakan suasana yang nyaman bagi anak.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat kembali merasa aman dan nyaman saat bersekolah, memahami pentingnya saling menghargai, serta berani mencari bantuan apabila mengalami atau menyaksikan perundungan.
Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa pencegahan perundungan dan pemulihan psikososial anak membutuhkan dukungan bersama dari sekolah, keluarga, pemerintah, dan lingkungan sekitar. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi setiap anak untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan tanpa rasa takut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *