5 Juni 2026

Bangun Kompetensi Pelaksana Layanan, Dinsos KBPP Latih Satgas RPPA Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

0

Pemalang, 31 Oktober 2025 — Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang terus memperkuat komitmen dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Bertempat di The Winner Premiere Hotel Pemalang, Dinsos KBPP menggelar Pelatihan Manajemen, Penanganan, Pencatatan, dan Pelaporan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang perlindungan perempuan dan anak, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kasus kekerasan di Kabupaten Pemalang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Drs. Mu’Minun, M.M., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa menghormati perempuan adalah bagian dari ajaran moral dan nilai kemanusiaan.

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.’Laki-laki tidak akan menghinakan perempuan, kecuali mereka yang lemah imannya. Dari pesan ini kita belajar bahwa penghormatan terhadap perempuan adalah pondasi peradaban,” ujar Mu’Minun.

Beliau menambahkan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan melalui langkah konkret yang terintegrasi, baik di tingkat keluarga, masyarakat, maupun lembaga layanan.

Sebelum pembukaan, kegiatan diawali dengan laporan penyelenggara oleh Bapak Triyatno Yuliharso, S.IP., M.P., selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan teknis para peserta dalam penanganan kasus, pencatatan, dan pelaporan melalui sistem yang terstandar dan terpadu.

Peserta pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta, terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan bidang-bidang layanan Satgas RPPA di tujuh kecamatan, serta kader PPPA desa dari masing-masing wilayah.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber utama yang berkompeten di bidangnya, yaitu:

  1. Yuli Sulistiyanto – Ketua Yayasan Setara Semarang, dengan materi “Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.”Ia menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga dan pendekatan continuity of care agar korban mendapatkan perlindungan menyeluruh.
  2. Witi Muntari, M.Pd. – Direktur Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Semarang, dengan materi “Pencatatan, Pelaporan, dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.” Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya perspektif keadilan jender dan integritas data kasus sebagai dasar kebijakan perlindungan yang berkeadilan.
  3. Zaenal Muttagin, S.Pd. – dari PuspindesPemalang, dengan materi “Pencatatan dan Pelaporan Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang (Aplikasi Sidekem).” Ia menjelaskan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat sistem pelaporan kasus secara cepat, akurat, dan transparan di tingkat desa.

Pelatihan berlangsung interaktif dan dinamis. Para peserta aktif bertanya, menanggapi, dan mendiskusikan berbagai kasus nyata di lapangan. Antusiasme ini menunjukkan komitmen kuat dari seluruh peserta dalam memperkuat jejaring perlindungan di Kabupaten Pemalang.

Selain sesi penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan praktek roleplay yang menggambarkan simulasi penanganan kasus kekerasan. Dalam simulasi ini, peserta memainkan peran sebagai petugas Satgas RPPA, korban kekerasan perempuan dan anak, serta anggota keluarga, tetangga, dan tokoh masyarakat.

Melalui kegiatan roleplay tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langkah-langkah penanganan kasus secara empatik, berperspektif korban, serta sesuai prosedur koordinasi layanan di lapangan. Aktivitas ini berlangsung dinamis dan penuh antusiasme mencerminkan semangat peserta untuk benar-benar memahami praktik perlindungan yang berkeadilan dan manusiawi.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana peserta menyampaikan komitmen untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang berharap lahir lebih banyak pelaksana lapangan yang tangguh, sensitif terhadap isu kekerasan berbasis gender, serta mampu membangun jejaring perlindungan yang aktif dan berkelanjutan hingga tingkat akar rumput.

Kegiatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem perlindungan yang lebih tangguh dan berkelanjutan di mana setiap perangkat desa, lembaga layanan, dan masyarakat memiliki pemahaman serta kemampuan yang sama dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kontributor: Anugrah Fitria Berliannanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *