Penguatan Kapasitas Guru dalam Mengenali Luka Psikologis, Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang Berikan Penyuluhan P3LP di Desa Kasimpar

Petungkriyono – Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang melalui Konselor PUSPAGA, Anugrah Fitria Berliannanda, S.Tr.Sos., menjadi narasumber dalam kegiatan Penyuluhan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bertema “Penguatan Kapasitas Guru dalam Mengenali dan Merespons Luka Psikologis Siswa melalui P3LP” yang diselenggarakan di Balai Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Desa Kasimpar bersama mahasiswa KKN 65 Kelompok 54 UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Kasimpar, Purwo Subechi, yang menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang dan mahasiswa KKN UIN Gus Dur atas terselenggaranya penyuluhan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru dalam memahami kesehatan mental anak merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal kepada para guru untuk lebih peka dalam mengenali kondisi psikologis siswa. Dengan demikian, anak-anak yang mengalami permasalahan dapat memperoleh pendampingan sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius,”ungkap Purwo Subechi.
Dalam paparannya, Anugrah Fitria Berliannanda menjelaskan bahwa luka psikologis merupakan kondisi yang dapat dialami anak akibat pengalaman yang mengganggu rasa aman, seperti perundungan, kekerasan, penelantaran, kehilangan orang terdekat, maupun pengalaman traumatis lainnya. Apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini, luka psikologis dapat memengaruhi perkembangan emosi, perilaku, kemampuan belajar, hingga kesehatan mental anak.
Melalui pendekatan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), guru didorong untuk mampu mengenali tanda-tanda awal luka psikologis, memberikan dukungan emosional melalui komunikasi yang empatik, menciptakan rasa aman bagi siswa, serta menghubungkan anak dengan layanan profesional apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Guru merupakan salah satu figur yang paling dekat dengan anak setelah orang tua. Karena itu, kemampuan guru dalam mendengar tanpa menghakimi, memahami perubahan perilaku siswa, dan memberikan respons yang tepat menjadi bagian penting dalam membangun sekolah yang ramah dan aman bagi setiap anak,” jelas Anugrah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, sesi tanya jawab dan role play. Para peserta yang terdiri dari guru dan unsur masyarakat tampak antusias berdiskusi mengenai berbagai permasalahan psikologis yang kerap dijumpai di lingkungan sekolah serta langkah-langkah penanganan awal yang dapat dilakukan sesuai prinsip P3LP. Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial KBPP Kabupaten Pemalang berharap semakin banyak tenaga pendidik yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis. Sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah desa, dan berbagai pihak diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang peduli terhadap kesehatan mental anak sebagai bagian dari upaya perlindungan anak secara menyeluruh.