4 September 2026

Orang Tua Hebat, Anak Tangguh: Kolaborasi Dinsos KBPP dan UIN Gusdur Wujudkan Desa Pedagung Ramah Anak

0

BANTARBOLANG – Upaya mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Seminar Parenting di Desa Pedagung, Kecamatan Bantarbolang, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pedagung tersebut mengangkat tema “Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Desa Ramah Anak” dan diikuti sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam membangun lingkungan desa yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan kolaboratif ini diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Pedagung, Solihin, yang menegaskan pentingnya komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Kami dari pihak pemerintah desa sangat mendukung penuh terselenggaranya seminar parenting ini. Desa yang kuat dan maju berawal dari keluarga yang harmonis dan anak-anak yang tumbuh dengan baik,” ujar Solihin.

Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Pratomo Cahyo Kurniawan, M.Ak., yang hadir mewakili pihak kampus turut memberikan sambutan terkait kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam program pengabdian masyarakat ini.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa adalah langkah strategis dalam membangun fondasi kebangsaan, salah satunya melalui pemenuhan hak dan perlindungan anak,” ungkap Pratomo.

Dalam kegiatan tersebut, Konselor PUSPAGA Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Anugrah Fitria Berliannanda, S.Tr.Sos., hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan kepada orang tua mengenai pola asuh positif, komunikasi efektif, perlindungan anak, serta pengembangan potensi anak. Mengusung pesan “Orang Tua Hebat, Anak Tangguh, Desa Pedagung Ramah Anak”, seminar menempatkan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam menciptakan Desa Ramah Anak.

Penguatan Pola Asuh Positif

Dalam materi seminar, orang tua diajak memahami bahwa pola asuh positif bukan berarti membebaskan anak tanpa batas. Orang tua tetap memiliki peran dalam memberikan aturan dan batas yang jelas, namun dilakukan dengan cara yang hangat, konsisten, responsif, dan tanpa kekerasan. Empat prinsip pola asuh positif yang ditekankan meliputi hangat, terstruktur, responsif, dan tanpa kekerasan. Orang tua diharapkan mampu menunjukkan kasih sayang dan penerimaan, menetapkan aturan yang jelas, memahami kebutuhan anak sebelum memberikan respons, serta menghindari kekerasan fisik maupun verbal.

Orang tua juga diperkenalkan pada pola komunikasi “Dengar – Pahami – Arahkan”. Melalui pendekatan tersebut, orang tua didorong untuk mendengarkan anak tanpa langsung menghakimi, memahami perasaan dan kebutuhannya, kemudian membantu anak menentukan pilihan dan tindakan yang aman.

Orang Tua sebagai Garda Terdepan Perlindungan Anak

Seminar juga membekali orang tua dengan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan fisik, emosional, seksual, dan penelantaran. Orang tua diajak lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti menarik diri, mudah marah, perubahan pola tidur dan makan, penurunan prestasi sekolah, hingga perubahan aktivitas digital.

Apabila anak menyampaikan cerita mengenai kekerasan, orang tua diharapkan mampu merespons dengan percaya, tenang, mengamankan anak, dan menghubungkan anak dengan layanan yang tepat. Pendekatan tersebut penting agar anak merasa aman dan memperoleh dukungan dalam proses pemulihan.

Dalam pembahasan mengenai bullying, peserta juga diberikan pemahaman bahwa penanganan perlu memperhatikan tiga pihak, yakni korban, pelaku, dan saksi. Masing-masing membutuhkan pendekatan yang berbeda agar kejadian bullying dapat dihentikan dan lingkungan sosial anak menjadi lebih aman.

Membangun Desa Ramah Anak Secara Bersama

Seminar menegaskan bahwa pembangunan Desa Ramah Anak tidak dapat dilakukan oleh keluarga secara sendiri. Diperlukan keterhubungan antara keluarga, sekolah, pemerintah desa, layanan, dan anak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Orang tua memiliki peran sebagai pengasuh, pelindung, penghubung, teladan, sekaligus partisipan dalam membangun lingkungan yang aman bagi anak. Sementara itu, pemerintah desa berperan dalam mendukung regulasi, koordinasi, penganggaran, serta pengembangan sistem perlindungan anak di tingkat desa.

Melalui kolaborasi Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas keluarga sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.

Pesan utama yang dibawa dalam kegiatan tersebut sederhana namun penting: Desa Ramah Anak dimulai dari rumah. Orang tua yang hangat, masyarakat yang peduli, dan desa yang melindungi menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan tempat anak dapat tumbuh, berkembang, didengar, dan terlindungi.

Kegiatan seminar parenting ini sendiri merupakan awal dari rangkaian program pengabdian dan pendampingan di Desa Pedagung. Setelah pelaksanaan seminar, agenda dilanjutkan dengan dua kegiatan strategis, yakni Pembentukan Forum Anak Desa serta Penyusunan Draft Peraturan Desa (Perdes) Ramah Anak di Desa Pedagung guna memperkuat payung hukum dan wadah partisipasi anak di tingkat desa. Kontributor: Anugrah Fitria Berliannanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *